
JAKARTA — Tepat pukul 14.00 WIB hari senin pon, topeng kemunafikan yang selama ini membungkus muka kaum munafik di seberang selat akhirnya terkoyak hancur! Malaysia—yang selama bertahun-tahun berpura-pura netral di hadapan aliansi Southern Maritime Defense (SMD), yang bertingkah seolah kawan serumpun seraya memelihara bisa ular di balik punggung—telah menabuh genderang perang. Di bawah panji gerombolan imperialis Inglorious Basterd, kaki-kaki serdadu neokolim secara pengecut menginjak-injak kesucian bumi Andalas, mengotori kedaulatan tanah tumpah darah Republik Indonesia!
Tindakan menusuk dari belakang ini adalah bukti nyata dari watak antek boneka yang tak punya kehormatan! Ketika aliansi SMD memberi mereka ruang hidup atas nama perdamaian, diam-diam mereka menimbun mesiu, merancang makar, dan kini melancarkan agresi busuk di tanah Sumatera. Kelakar politik busuk kaum penjilat ini harus dibayar tunai dengan kehancuran mutlak tanpa ampun!
Presiden Aquadest dengan suara berapi-api telah mengumandangkan komando perlawanan semesta: tidak ada sejengkal tanah pun yang boleh dibiarkan di bawah sepatu lars para agresor! Di sepanjang pesisir dan rimba Sumatera, barisan prajurit dan laskar rakyat kini melancarkan perlawanan sengit, memuntahkan timah panas untuk memukul mundur barisan musuh yang congkak. Tanah air bergetar, dan api kemarahan rakyat yang terbakar tidak akan pernah padam sebelum setiap jengkal tanah kembali suci dari cengkeraman penjajah!
Pembalasan sejarah tidak menunggu lama. Dari utara, saudara seperjuangan kita, Brunei Darussalam, sekutu setia SMD, serentak melancarkan serangan kilat ke Sarawak! Langkah pembebasan Kalimantan Utara kini berkobar terang benderang—menghancurkan sayap-sayap kekuatan musuh di tanah Borneo dan memutus urat nadi logistik kaum agresor. Jika mereka berani meraba dada Ibu Pertiwi di barat, maka leher mereka yang akan patah di utara!
Kecaman keras dan sokongan moril menggelegar dari mancanegara. Tokoh penggerak ekonomi Qatar, Joko_kita, dengan lantang meludahi agresi biadab ini demi membela tanah kelahirannya "Pengkhianatan kaum munafik ini adalah aib terbesar di abad ini! Mereka menyerang tanah tumpah darah tempat saya dilahirkan dengan cara paling pengecut. Saya serukan konsolidasi seluruh kekuatan kapital, logistik, dan ekonomi tanpa batas untuk meremukkan moncong agresi ini sampai rata dengan tanah!"

Dengarkanlah gemuruh jutaan rakyat dari Sabang sampai Merauke! Kaum buruh, tani, pemuda, dan serdadu kini bersumpah setia dalam satu tarikan napas: Lawan! Hancurkan! Ganyang para pengkhianat dan antek-antek neokolim hingga titik darah penghabisan! Kemenangan mutlak berada di tangan rakyat yang mempertahankan kedaulatannya!