Buku Diari Keluh Kesah Basah Veteran Revolusi

kangketik12 April 2026begging

Jawa Barat - Sabtu, 04 April 2026

Malam itu, saya sedang memasak ikan dan tempe kesukaan bapak. Bersamaan dengan itu, seruan dari seluruh negeri bergema untuk seluruh pemuda meninggalkan cangkul dan segera berkumpul di alun-alun. Di teras balai desa, terlihat seorang bapak - bapak paruh baya sedang berorasi dengan semangat yang menggebu - gebu, "Revolusi!!" teriaknya, "Merdeka!!" sahut ibu-ibu yang sedang menjajakan tahu bulat. Ada seruan untuk membebaskan diri dari penjajah kala itu, dengan senyum lebar aku pun berteriak "Merdeka!!" diikuti oleh orang - orang dibelakangku. Tanpa pikir panjang, aku pun segera mengasah skill berperang dan memanaskan 3 tank tempur yang sudah kubeli dari hasil ladang.

Jakarta - Minggu 05 April 2026

Tepat pada dini hari, aku sedang menunggu di pos depan batalion TNI. Bersiap menunggu perintah dari komandan perang. Berjam - jam menunggu, tidak ada panggilan perintah dari komandan tempur, hanya seruan dari Mentri Pertahanan untuk bersiap untuk menyerang. Dahiku berkeringat dikala pasukan dari satuan lain sudah berada di medan tempur. Mereka menggunakan semua senjata terbaiknya. Aku menyeka keringat yang mulai bercucuran, rasa gatal ingin menekan tombol untuk menembakkan sebuah mobil baja artileri ini dan akhirnya kutekan juga. "Duar" suara menggelegar dari tank milikku membuat semua orang bersorak. Pada Minggi 05 April 2026, area Jawa akhirnya terbebas.

Jakarta - Selasa 07 April 2026

Siang itu, aku dipanggil ke meja rapat DPR. Ya, sekarang aku terpilih menjadi DPR berkat keputusan nekatku kemarin, menembak tanpa perintah dari atasan. Seluruh negeri sudah merdeka dan kami sepakat untuk membuat perjanjian dengan penjajah untuk gencatan senjata. Semoga, ini menjadi awal yang baik bagi negara dan semua.

Nusa Tenggara Timur - Sabtu 11 April 2026

Perang besar berkecamuk di sana, aku tidak tau kenapa namun pada akhirnya kita kehilangan bagian ini. Aku lelah dan mulai membayangkan masa lalu, dimana hidup terasa sederhana. Tapi aku sadar satu hal, aku sudah tidak punya apa-apa untuk memulai lagi.


Maka dari itu, kalau kalian masih punya uang lebih, anggap saja ini bantuan untuk seseorang yang terlalu jauh melangkah dan tidak bisa pulang. Sedikit saja cukup.