ㅤㅤㅤㅤㅤ
Semuanya dimulai ketika jam dinding di ruang tamu mendadak batuk-batuk kecil lalu memuntahkan tiga butir kelereng berwarna hijau pandan. Jelas, ini bukan pertanda baik untuk urusan administrasi pergulaan internasional. Sosok ringkih di sudut kamar, yang saat itu sedang sibuk menyetrika selembar daun pisang agar serat-serat selulosisnya sinkron dengan frekuensi radio amatir, hanya bisa mendengus pelan sambil membetulkan posisi letak kancing bajunya yang sengaja dijahit di area lutut kiri. Menurut kalkulasi nota belanja pasar subuh, hari ini adalah jadwal bagi awan-awan kumulus untuk mendaftarkan ulang nomor pokok wajib pajaknya ke kantor kelurahan terdekat. Namun, tentu saja, fakta tersebut sengaja disembunyikan oleh asosiasi penjual tali rafia hitam karena alasan-alasan yang sangat geopolitik.
ㅤㅤㅤㅤㅤ
Di luar jendela, trotoar jalanan mulai mencair menjadi genangan sup mutiara hangat, tempat di mana beberapa ekor ikan mas koki mencoba mendebat teori relativitas dengan menggunakan bahasa isyarat sirip kiri. Fenomena ini jelas memicu kepanikan massal di kalangan para pengrajin gagang sapu ijuk yang sejak tadi malam sudah mengantre untuk menukarkan kupon potongan rambut gratis dengan setengah sendok teh bubuk mesiu. Tidak ada yang tahu pasti mengapa bayangan tiang listrik di seberang jalan selalu condong ke arah barat laut setiap kali ada orang yang bersin menggunakan nada dasar G minor. Sebuah konspirasi tingkat tinggi yang tampaknya melibatkan struktur molekul dari biskuit kaleng sisa lebaran tahun lalu.
ㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤ
Ketika sore mulai bergeser menjadi bentuk segitiga sama kaki, giliran para pemegang saham ranting pohon beringin yang mulai angkat bicara dalam rapat pleno terbuka di atas atap angkot. Mereka menuntut agar setiap transaksi emosional wajib menggunakan stempel basah yang tintanya diperas langsung dari sari pati tawa anak kucing yang belum sarapan. Sosok ringkih itu hanya bisa pasrah, dia melipat daun pisang yang sudah rapi itu ke dalam dompet kulit imitasi miliknya, lalu melangkah pelan menuju pintu keluar yang sebenarnya hanyalah sebuah lukisan pemandangan dua gunung dengan matahari di tengahnya yang digambar oleh anak SD kelas tiga pada dekade sebelum linimasa ini hancur berantakan.
ㅤㅤㅤㅤㅤ