
Kompos - Dua hari menjelang dibukanya bilik suara untuk Pemilihan Presiden Indonesia, iklim politik nasional justru menunjukkan kelesuan yang tidak lazim. Hingga saat ini, belum terdengar deklarasi kampanye maupun kemunculan calon presiden dari partai-partai lainnya.
Namun kali ini, yang terdengar justru sebaliknya: keheningan.
Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan yang tidak nyaman: apakah demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran?, atau terdapat kesepakatan politik yang dirahasiakan dari publik?
Oleh karena itu, Mari kita telaah peta kekuatan politik saat ini secara objektif
https://app.warera.io/party/698d07ef259e8cf19deeb4d4 menduduki posisi sebagai partai dengan basis anggota terbesar, yakni 420 anggota. Secara kalkulasi politik, partai ini memiliki kapasitas yang sangat memadai untuk mengusung kandidat kuat guna menguasai pemerintahan saat ini menantang https://app.warera.io/party/698d896724e6e5911b79a8d5. Namun, hingga H-2 pemilihan, belum terlihat pergerakan maupun manuver politik yang berarti dari partai tersebut.
Keheningan serupa juga ditunjukkan oleh partai-partai lainnya. Partai dengan kekuatan menengah seperti https://app.warera.io/party/69c0bd7bb6b3ba002376c111(29 anggota), https://app.warera.io/party/6a7c012173afa2a4cb64510c (24 anggota), https://app.warera.io/party/69fbeff6ebe41b87c59cdb18 (13 anggota),https://app.warera.io/party/69c78cbddf7ae3167feea19a (13 anggota), serta https://app.warera.io/party/6a149587e2121869a2a4e178 (8 anggota) seolah memilih untuk membisu.
Namun, ada satu hal yang jauh lebih mengusik perhatian publik.

Beredar desas-desus di lingkup internal pemerintahan bahwa loyalis https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b tengah mendorong sebuah skenario politik agar https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b dapat mempertahankan pengaruh dan kekuasaannya minimal 32 tahun.
Sejauh ini, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi. Tidak diketahui pula bagaimana skenario tersebut akan diwujudkan.
Semua masih menjadi tanda tanya.
Namun, apabila rumor mengenai ambisi loyalis https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b tersebut benar adanya, maka publik tentu memiliki alasan untuk merasa khawatir.
Hal ini menjadi semakin rumit, sehingga menimbulkan pertanyaan yang lebih mendasar.
Apakah heningnya partai-partai besar ini merupakan manuver yang disengaja agar skenario 32 tahun tersebut dapat berjalan ?
Tentu, tidak adil untuk menuduh https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b dan seluruh partai telah bersekongkol tanpa bukti. Namun, dalam sebuah demokrasi, diamnya mereka menjelang pemilihan presiden tetap layak dipertanyakan.