Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan salah satu fokus Instruksi Presiden tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan adalah menjaga dan memperbaiki ekosistem kantong gajah yang semakin berkurang.
Dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, Menhut Raja Juli Antoni penerbitan Inpres itu bertujuan menjaga populasi Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan yang kini statusnya masuk fase terancam punah dengan jumlah kantong habitat gajah kini hanya tersisa 21 kantong dari sebelumnya 42 kantong.
"Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan. Tata kelola pembangunan ke depan harus memberikan orientasi penuh kepada konservasi," kata Menhut Raja Antoni.
Menhut menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar wacana, melainkan pijakan operasional untuk bekerja bersama lintas elemen. Saat ini, naskah Inpres sedang dalam proses sirkulasi administratif antar kementerian.
Salah satu poin krusial dalam Inpres ini adalah integrasi pembangunan infrastruktur dengan ruang hidup satwa. Menhut mencontohkan, jika Kementerian PU membangun jalan tol, maka harus mempertimbangkan peta home range gajah yang telah disiapkan Kementerian Kehutanan. Solusi teknis seperti penyediaan terowongan atau underpass akan diwajibkan agar kelompok gajah tetap terkoneksi tanpa terganggu aktivitas manusia.