Sejarah baru telah resmi terukir di lembaran sejarah WarEra. Battle of Dzukija bukan lagi sekadar pertempuran regional biasa, melainkan sebuah Perang Dunia virtual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Medan tempur ini berubah menjadi arena pertumpahan darah raksasa yang melibatkan lebih dari 140 negara dan lebih dari 200 militer sipil (milisi) dari seluruh penjuru dunia.
Di pusat bentrokan mahadahsyat ini berdiri dua poros kekuatan utama di WarEra: Ukraina di kubu penyerang dan Lithuania di kubu bertahan. Sebagai dua super-power di dalam game, persaingan sengit antara kedua negara ini memicu terbentuknya perang proxy berskala global. Konflik ini memaksa aliansi-aliansi terbesar dunia untuk memilih pihak, menyeret ratusan kekuatan internasional ke dalam pusaran perebutan wilayah Dzukija yang sangat krusial.
Skala kehancuran dan ekonomi yang tersedot dalam Battle of Dzukija benar-benar tidak masuk akal. Demi menjaga persentase wall agar tidak runtuh di detik-detik krusial, komandan perang dan para pemain dari kedua belah pihak membakar puluhan ribu Gold untuk membiayai damage surge, membeli amunisi instan, dan menyokong logistik perang tanpa henti. Mobilisasi raksasa yang digerakkan oleh perseteruan Ukraina dan Lithuania ini akhirnya mengukuhkan total damage 1,16 Miliar untuk Ukraina dan 1,08 Miliar untuk Lithuania sebagai rekor tertinggi perang paling legendaris yang pernah dicatat oleh WarEra.