Pidato kepada para warga dan kaum rebahan
Saudara-saudara rakyat konoha yang saya muliakan dan hormati
Saya berdiri di sini bukan untuk menjanjikan apa-apa. Karena saya sadar, janji politik itu seperti misi harian: banyak yang ngomong, sedikit yang selesai.
Saya tidak punya visi. Saya tidak punya misi. Saya tidak punya program kerja seratus hari. Yang saya punya hanyalah satu motto suci, yang saya pegang teguh melebihi konstitusi manapun:
"REBAHAN ADALAH BERKAH."
Ya, Saudara-saudara. Sujud syukurlah kalian, karena akhirnya ada orang yang jujur. Saya tidak akan berjanji membangun infrastruktur, karena saya sendiri masih di posisi tidur menyamping. Saya tidak akan berjanji reformasi birokrasi, karena reformasi butuh bangun pagi, dan itu bertentangan dengan keyakinan saya.
Tapi jangan salah paham! Rebahan bukan berarti lalai. Rebahan adalah strategi tingkat tinggi. Sambil rebahan, saya bisa mikir. Sambil rebahan, saya bisa mantau chat rakyat. Sambil rebahan, saya bisa terbebas dengan cara elegan dari segala drama politik yang tidak penting.
Maka izinkan saya bertanya kepada kalian semua: apakah kalian butuh orang yang sibuk membuat kebijakan rumit yang ujung-ujungnya bikin pusing? Atau kalian butuh orang yang tenang, woles, dan tidak neko-neko, yang percaya bahwa keputusan terbaik sering lahir dari posisi horizontal?
Saya tidak menjanjikan perubahan besar dan tidak menjanjikan imingan apapun karena wakil kalian pun akan selalu dalam kondisi damai, rileks, dan bebas stres.
Maka dari itu, pada hari pemilihan nanti—jangan pilih saya. Pilih yang lain karena saya adalah representasi murni dari jiwa rakyat yang lelah, yang hanya ingin rebahan tanpa rasa bersalah.
HIDUP REBAHAN! HIDUP WARERA! MARI KITA BERJUANG DENGAN BERMARTABAT!
Semoga tuhan memberkati Indonesia!
Semoga tuhan memberkati kita semua!
Terima kasih atas perhatian warga sekalian, jika ada kurang memang banyak saya mengucapkan mohon maaf.
(Artikel pidato ini ditulis setelah kucing saya berhasil membuka aplikasi grab menggunakan wajahnya via Face ID, lalu tanpa membeli makanan yang namanya mirip merek makanan kucing. Sementara itu, blender di dapur menyala sendiri jam 3 pagi memutar lagu dangdut tanpa ada yang menekan tombol apapun, dan tetangga sebelah teriak dari balik tembok tanpa konteks yang jelas. Wifi tiba-tiba mengganti namanya sendiri jadi "Jangan Connect Disini Berbahaya", dan galon air di pojok ruangan bergetar seperti sedang menerima panggilan penting dari alam gaib. Saya mencoba mengetik artikel pidato ini sambil kucing saya duduk di atas dada saya menatap tajam seolah tahu password ATM saya. Setiap kali saya mengetik satu kata, dia menekan tombol delete dengan ekornya, seakan sedang mengedit naskah ini secara profesional)
(Segala bentuk tip atau dalam bentuk apapun dilakukan secara sukarela dan tidak memaksa)
( Saya tidak menawarkan janji maupun visi apapun, saya tahu nggak dilakukan apa gunanya)
( Pilihan ada ditangan anda semua, btw jangan pilih saya nggak ada gunanya. Saya hanya ikan yang ikut-ikutan dalam arus air saja )