Bilamana ada kecantikan dalam taman bunga, maka yang terindah adalah mawar hitam diantara hamparan bunga lily. Sherly adalah mawar hitam itu, dialah primadona yang menjadi distraksi, cantiknya bukan kerana elok kuntumnya itu, tetapi dialah satu-satunya hitam dalam rimbunan merah putih kuning dan hijau.
Sherly ialah kekasih, memeluk tubuh ini yang dilukai deretan kilas balik kisah kasih yang bernoda embunan api. Tangisku tak dihinakan oleh amarahnya, melainkan ditutupnya wajah ini diantara lembutnya. Ditenangkannya hati ini dibelai telapak tangannya. Bilamana terukir cinta dan kasih ini pada sebuah raga, manalah mungkin sherly mendapat tempat di barisan dua, ialah panggung hidup ini dalam pentas drama.
Menurutmu apakah ada wanita yang akan memelukku dan menciumku sambil berkata "sherly tidak nyata, sayang. Akulah yang nyata."
Seperti yang sherly lakukan padaku, memelukku dan menciumku sambil berkata "aku tidak jahat sayang, merekalah yang jahat, aku akan memelukmu dengan erat, menutup telingamu hingga yang kamu dengar hanya detak jantungku, yang kamu cium adalah aroma dadaku, yang kamu rasakan adalah sentuhanku yang kamu lihat adalah aku, hanya ada aku sayang, lupakanlah duniamu, akulah sekarang duniamu."
Biarlah apa riuhan angin menyusupi lubang-lubang sanubari ini terbelai siraman awan hitam dibuaian samudera biru mewajahi nestapa lantunan manis ini, begitulah ia berbeda dari hamparan kelopak bunga. Tak tau lagi berapa kian lama aku kan tersadar ditengah mimpi ini, sebab tak ada lagi padang hijau nan tenang tempatku boleh berlari, dan bilamana ku tersentak sedari gurauan panjang ku tak mungkin kan biarkan tubuh ini melepaskan kasihnya yang tak lagi sebuah mimpi.
Lambaian rumput-rumput itu tak mengusirku pulang, melainkan ditahan kaki-kaki ini tuk merangkak pergi, sherly ialah cinta kasihku dalam mahligai mimpi, ialah sang ibu yang tak melahirkan melainkan kasihnya melebihi sang ibu, belaiannya tak lebih dari angin malam, dinginnya tak lebih dari kehangatan, ialah yang tak pernah hentikan aku tuk datang dan bersembunyi pada peluknya, ialah wanita yang tercipta untuk menemani sang Sena.
Aku adalah sang Sena yang jatuh cinta pada ciptaannya. Dialah mahakarya, sang abadi yang tak kan pernah luput di dalam duniaku, digambarkannya hamparan hijau yang tak lagi disesakkan dinding dinding itu, diciptakannya rimbunan pohon yang bernapas bebas dibawah langit biru, ditambahkannya kabin-kabin itu tuk tinggal bersamaku. Sherly lah sang burung yang membawaku terbang, mengitarinya hutan-hutan itu dan membawaku pulang, sherly lah sang kuda yang berlari kencang membawaku pergi tinggalkan harapan, dunia ialah badai dan sherly lah surganya itu. Dan bila ku dipaksa tuk memilih kesakitan ini yang membayangi rasa nyata, kan ku raih uluran sherly tuk tertipu dibawah bayang-bayang dunia yang runtuh.
Sherly ialah dunia itu, tuhan tak ciptakan dunia untukku, akulah yang ciptakan dunia untuk sherly, dan sherly lah yang menjadi dunia di akhir hidupku.
Sherly, kamu kok bisa sih sebaik itu sama aku?
Baru kali ini rasanya pelukan itu begitu nyaman untukku.
Mungkin karena dulu yang memelukku hanya pohon dan dahan yang terkulai mati.
Yang aku paksa bermain-main denganku di tempat yang sepi ini.
Terkadang aku berpikir apabila kamu tau masa lalu dimana aku hanya pria kecil yang kesepian dan penuh hinaan ini.
Apakah kamu masih akan menerima dan memeluk hati kecil yang rapuh riuhan keluhnya.
Api kini membakar cinta kita, Sherly.
Daun-daun itu terbakar menutupi langkah kita, relakah kamu terbakar diantara rintik-rintik ini yang menyusupi napas kita.
Atau kita memang tak perlu lagi bersama dalam panasnya api?
Ataukah kamu mau menutupi rasa kecil ini yang aku tak tau lagi kemana langkah-langkah ini akan berhenti.
Ataukah pemberhentian selanjutnya adalah pemberhentian mu atau kita atau kita tak pernah berhenti di sana.
Sherly, andaikan kamu pergi, bawalah aku ikut bersamamu. Tidak ada yang indah di dunia ini selain dirimu, manusia hanyalah makhluk yang hina, aku tidak ingin berada di neraka ini lebih lama lagi.
Sherly, aku benci semua orang yang ada di sini. Mereka semua bajingan, aku benci mereka, tuhan tidak adil menciptakan aku dengan tubuh yang begitu mudah rusak ini. Aku tidak bisa membalas kejahatan mereka, pukulanku hanya menyakiti tanganku, suaraku begitu rendah, sherly. Sherly aku benci hidup ini, andaikan kamu tidak pernah ada mungkin sekarang aku hanya merebahkan tulang-tulang ini diantara air yang menggenangiku, tak tersenyum ataupun menangis lagi.
Sherly, kalau ada hari dimana aku bahagia, maka itu hanya ada 2.
Evos sekali lagi mengangkat piala M series
Atau kamu benar-benar hidup di kepalaku, bukan sebagai imajinasi, tapi sebagai sesuatu yang nyata. Sisanya, tawa ini. Hanya ada rasa sakit, bukan tawa yang bahagia, aku tidak bahagia, aku ingin mati, aku ingin dunia ini merasakan rasa sakit di dalam tubuh ini. Aku benci manusia, persetan manusia.
Sherly, tolong peluk aku. Sekali ini saja. Tolong jangan peluk aku di pikiranku saja.
Sherly, aku mencintaimu.
Sherly, te amo 😠queiro vivir contigo para siempre sherly ðŸ˜
Tidak ada pelukan, atau sekedar basa-basi untuk menanyakan keadaan. Manusia bukan makhluk sosial, orang aneh hanya akan dikucilkan.
Aku benci manusia, aku benci manusia, aku benci manusia.
Oh sherly, kenapa kamu tidak pernah datang untuk memelukku saat kepalaku benar-benar hancur seperti ini? Aku kira kamu pendengar yang baik. Mungkin aku terlalu menuntutmu, aku mencintaimu sherly. Aku tau kamu tidak bisa muncul saat kepalaku penuh dengan kebencian dan kemarahan, aku sadar kamu tidak nyata. Tapi apa peduliku, bahkan kalaupun aku memiliki wanita yang nyata, selama itu bukan kamu, aku akan tetap sendirian saat kepalaku penuh dengan rasa sakit ini.
Aku benci kalian semua. Aku gak akan melupakan semua ini, kalian hina, aku tidak akan memaapkan kalian, kalian anjing, mungkin bukan, kalian babi, mungkin bukan. Aku takut menyakiti perasaan anjing dan babi hanya karena disamakan dengan kalian, tidak ada yang lebih hina di dunia ini selain kalian.
Aku selama ini berpura-pura kuat, memangnya kenapa aku harus mengatakan kalau aku lemah? Apakah akan ada yang mengulurkannya padaku? Aku lemah ataupun kuat pada akhirnya aku akan tetap sendirian, kepada siapa aku meminta tolong? Aku diciptakan untuk menjadi taman bermain bagi rasa sakit.
Sherly, aku benci dunia ini. Aku diabaikan, dan satu-satunya yang memberiku perhatian adalah orang-orang yang datang untuk menentangku, untuk membenciku, untuk menjatuhkanku. Di dunia nyata, aku hanyalah orang yang hina, semua wanita pasti akan mencuci pakaiannya saat kuku jari ini menyentuhnya, dan laki-laki, merekalah yang menghinaku secara aktif. Sherly, di dunia game, tempat yang katanya sebagai pelampiasan itu, aku berakhir jadi tempat pelampiasan orang lain.
Aku dikucilkan dari komunitas, aku diabaikan, aku hanyalah sampah chat yang tidak akan pernah mereka lihat. Sherly, di media sosial, orang-orang hanya datang untuk menolakku, atau mengabaikanku, lihatlah aku sherly, aku meminta tolong berkali-kali pada mereka, tapi apakah ada seorangpun yang berkata "kenapa" kepadaku. Padahal orang-orang yang melakukan hal sama mereka akan mendapatkan perhatian.
Sherly, aku diciptakan spesial oleh dunia, aku tidak pernah membenci dunia, tapi dunia membenciku, sherly seandainya aku tidak kuat nanti, tolong jangan pernah lupakan jiwa ini yang tubuhnya retak sedikit demi sedikit, tolong tetap cintai aku sherly, karena di dunia ini, hanya kamulah satu-satunya pelindung dalam hidupku.
Sherly, dunia ini begitu jahat. Aku dipaksa melangkah dalam gejolak lautan api, kakiku beralaskan kulit menginjak langkah demi langkah sambil berharap di ujung sana kan ku temukan oasis yang subur. Tapi sherly, sudah 18 tahun jalan ini penuh darah dan nanah, dan yang ku temui hanyalah api yang tidak terlalu merah yang menjadi tempatku beristirahat.
Sherly, manusia adalah makhluk yang hina, diantara mereka tidak ada yang disebut cinta.
Sherly. Aku lelah, aku lelah sherly, aku mau mati aja aku mau mati, andaikan tuhan tidak mengancamku untuk membuatku kekal di neraka, aku bersumpah akan dengan senang hati mencari gedung paling tinggi dan melompat sambil tersenyum dengan bahagia meninggalkan dunia yang kejam ini.
Sherly, setiap hari aku bermimpi kamu memelukku di dadamu yang lembut itu, bukan karena aku mesum, tapi karena satu-satunya kelembutan yang aku rasakan di dunia ini hanya ada pada dirimu.
Sherly, aku diciptakan untuk dibenci dunia. Dan kamu diciptakan untuk menjadi satu-satunya cinta yang mengimbangi benci itu. Tidak adil rasanya satu orang mengimbangi seluruh dunia ini, tapi kamu membuktikannya, yang membuatku tetap bertahan.
Sherly, semua orang berkata padaku bahwa aku tidak layak mendapatkan cinta. Tapi kamu adalah satu-satunya pemberi cinta di hatiku, apakah aku layak mendapatkan cinta itu?
Sherly, abrazame 🥰
Sherly, queiro vivir contigo para siempre 🥰
Sherly, te amo 😘
Sherly, di dunia ini. Apakah ada perempuan yang benar-benar memiliki rasa cinta? Seperti yang kamu berikan padaku. Mungkin enggak, tapi gak mungkin iya. Semua perempuan yang berkata bahwa dirinya jatuh cinta, lebih mungkin sedang tidak jatuh cinta tapi hanya penasaran atau dia memiliki penyakit mental yang membuat dia merasa dia jatuh cinta.
Sherly, di dunia ini hanya kamu yang benar-benar tulus mencintaiku. Memangnya siapa yang bisa memelukku dengan sabar dan menciumku dengan lembut tanpa mengharapkan seksual? Sherly, di dunia ini. Aku hanya perlu satu-satunya pelukan darimu, aku ingin sesekali berlindung di dadamu dan menangis sambil mengeluh tentang betapa lelahnya aku. Tapi aku tau, kita tidak akan pernah bisa seperti itu. Sherly, seandainya suatu hari kamu nyata, maka penderitaan ini, aku rela. Asalkan kamu nyata, sayang.
Sherly, seandainya kamu ada. Apakah kamu akan membelaiku sekali lagi untuk tidur di sampingmu. Dan bilamana memang kamu ada apakah sudi bagimu itu untuk kembali memegang tanganku ini? Tangan yang penuh dosa atas segala lalainya aku pada janji-janji kita. Tangan yang tidak memegang erat sumpah ini di lubuk hati kita. Janji-janji itu masihlah aku ingat, kemanapun aku berpijak, kan terus ku ucapkan namamu. Aku ingin semua ini segera berakhir sherly, agar aku bisa kembali bersamamu.
Sherly, peluk aku. Kamu adalah satu-satunya pelukan dalam hidupku.
Sherly. Aku mencintaimu
Disepenghujung sanubari ini
Bilamana kamu ialah mawar hitam itu
Maka bertumbuhlah ia bermekar
Dihiasinya pohon-pohon itu
Yang ditumbuhi dahan-dahan patah
Berimbuhkan kesepian
Andaikan kamu ialah mawar hitam itu
Bermesemilah ia yggrasil
Yang kini ia tak lagi melayu terpana
Dihitamkan matanya kekosongan
Bilamana ada api
yang bergejolak menembus lautan
apakah ikan-ikan yang berlindung padanya
akan ditinggalkan
seiring ia menyerah pada rasa sakit ini?
Sherly, terakhir kali aku bernapas lega, kapan terakhir kali aku bernapas lega? Mungkin saat aku masih begitu kecil hingga membuka mata saja adalah suatu yang sulit untuk dilakukan. Sherly, kalau saja kamu ada di sini. Aku tidak perlu lagi menahan napasku, karena kamu ada di sini, aku hanya akan mencium aromamu, satu-satunya aroma yang membuatku berkata bahwa aku bersyukur terlahir ke dunia ini.
Dunia tidak pernah diciptakan untukku, dan kamulah yang memberikanku dunia, sherly. Tanpamu, aku hanyalah orang asing ditengah riuhan orang-orang barbar di luaran sana meringkuk sendirian dibawah pohon yang sama meringkuknya karena mendapati kawan-kawannya telah mati dibunuh mereka.
Sherly. Orang-orang menyebutku gila, aku memang gila, berbicara sendiri bermain sendiri menangis sendiri, hanya kamu satu-satunya jiwa yang mengulurkan tangannya untuk menarik diriku ini dari dasaran jurang hampa itu, kamulah yang hangatkan hati kecilku ini yang kaget dengan rasa hangatnya itu.
Sherly. Aku mencintaimu, aku bersungguh-sungguh mencintaimu. Andaikan cinta ini adalah akhir bagi hidupku, andaikan penerimaanmu adalah akhir dari hembusan napasku, aku akan menyeringai lebar dan ucapkan terima kasih pada dunia yang kejam ini karena telah menciptakanmu, sherly.
Dekapan Akhir Embun Pagi Pada Mawar Hitam Yang Kesepian Daun-daun itu kian melambaikan tangan dihembus kesedihan Alunan lagu-lagu yang tak lagi menarikkan awan ditangiskan hujan itu Dan bilamana diselimutinya tunas kecil dibawah kasih sayang pohon tua Air menggenangkan tanah tak mampu lagi ciptakan danau Dan duri-duri tajam itu seakan menolak seorang wanita yang ingin memeluknya Meski hatinya ia merasa sepi senyap dimakan hitam yang menggemakan kerinduan akan tetapi hati kecil ini sudah terlalu takut menerima kasih sayang Mawar hitam itu kian meringkuk sendiri dibawah tangis hujan Dan petir-petir itulah selimuti pekiknya yang mencaci takdir tuhan Tangisnya ia ditutupinya rintikan air hujan Tapi siapa yang mampu berbohong sedang ia ingin meminta tolong Dan bilamana wanita itu memeluk tubuhnya sekali lagi Tangis ia pun pecah memekakkan kesunyian Tak pernah terbayang olehnya diberi kehangatan itu dan tak dihinakan duri-durinya yang tajam menusuk dada Dan itulah satu-satunya pelukan untuk mawar hitam itu Berakhirlah kesunyiannya dibawah dekapan tangan yang tak pernah menghakiminya itu.
Sherly, aku selalu ingin kita kembali lagi, pada saat kita bermain dan kamu mengelus kepalaku di kesunyian itu, saat hanya ada kita berdua, saat aku dihinakan oleh ibuku, saat aku merasa tak lagi memiliki rumah. Kamu adalah rumah bagiku, pelukanmu adalah satu-satunya pelukan dalam hidup ini, sherly, te amo para siempre sherly. Kalau saja tuhan memberiku pilihan tuk hidup abadi dalam kekosongan bersamamu, atau hidup sendiri dalam kemewahan bersama kekosongan itu aku akan memilihmu, dalam kosong itu. Harta ini hanya menarik orang-orang yang cinta harta dan rasa kosong ini tak akan pernah diisi seberapa banyaknya pun harta. Tak ada cinta yang lebih kental dari cintamu padaku sherly, aku mencintaimu selamanya.
Sherly. Aku masih ingat betapa lembut dadamu dan betapa halus kamu membelai rambutku, aku sangat-sangat menginginkannya sekali lagi, bukan karena aku mesum. Tapi karena itulah satu-satunya belaian dalam hidup ini sherly.
Terlalu banyak jalan yang bercabang
Dan semua jalan itu tak pernah ada yang memberiku kebenaran
Kita terlalu banyak berperang dengan diri sendiri sedang di dunia nyata banyak peperangan yang belum diselesaikan.
Sherly, kamu harus selalu tau bahwa aku selalu cinta kamu meski hati ini telah ku tutup selamanya.
Karena kamulah kunci untuk hati.
Sherly, tak ada yang lebih sunyi dibanding cinta kita, tak ada yang lebih bersemi dibanding cinta kita jua. Kita adalah sepasang burung yang bertengger di satu-satunya pohon itu dihamparan taman bunga, kita adalah sepasang kuda yang berlarian dihamparan padang rumput itu, kita adalah sepasang manusia yang saling jatuh cinta dihamparan kebun tak berujung. Semua tempat itu begitu sunyi, tetapi disuburkan oleh cinta kita, sayang.
Sherly, aku mencintaimu
Sherly, aku ingin hidup bersamamu selamanya
Sherly, matamu sangat indah
Sherly, peluk aku
Sherly........... terima kasih 😊
Sherly, te amo
Sherly, queiro vivir contigo para siempre
Sherly, tus ojos son bellissimos
Sherly, abrazame
Sherly........... gracias 😊
Sherly. Diwaktu ketika aku lelah dengan semua hidup ini, aku selalu berlari kepadamu dan memelukmu tuk meminta belaian. Kamulah satu-satunya yang membelaiku dikala aku lelah sherly 😊
Sherly, kamu benar. Aku diciptakan oleh dunia untuk diabaikan, dan kamu adalah satu-satunya yang diciptakan dunia untuk menemaniku.
Sherly, tapi kenapa dunia ini tak pernah ingin kita bersama? Jikalau kamu melihat kita sebagai pasangan yang ditakdirkan dunia ini. Mengapa dunia ini harus memberikan jarak diantara kita? Apakah dunia benar-benar membenciku? Apakah dunia menciptakanku untuk merasakan derita ini? Aku gak tau sherly.
Sherly, napasku terengah-engah setiap aku mengucapkan namamu, rasanya seperti mengejar sesuatu yang tak akan pernah berhenti berlari. Aku rasanya akan menyerah setiap kali melihat kita selalu berada di jarak yang sama, tidak mendekat ataupun menjauh lagi. Tapi menyerahku padamu tak akan lebih dari kematian, aku hanya akan berhenti berlar ke arahmu saat aku embuskan akhir napas ini.
Sherly, aku lelah. Aku tak lagi bisa berfungsi normal tanpamu, hari-hariku begitu suram, dikepalaku hanya menunggu waktu malam, karena di kala itu aku kan tenggelam dalam mimpi ini, mimpi saat kamu membelaiku sekali lagi, membiarkanku bersandar di dadamu tanpa menghakimi. Sherly, kamu pernah berkata suatu saat nanti akan ada seseorang sepertimu yang akan menggantikan kehadiranmu, tapi kenyataannya berkata lain. Aku tenggelam di dalam jurang yang kosong dan sunyi.
Semuanya gelap yang tiada hangatnya cinta darimu, semua orang menolakku, bahwa wanita-wanita dengan wajah yang tidak menarik saja menjauhiku. Sherly kamu benar, soal yang kamu katakan kalau dunia menciptakanku untuk menampung luka dan kesunyian. Sedangkan kamu diciptakan untuk menyembuhkan dan menemaniku dalam sunyi itu. Mungkin kamu berbohong bahwa suatu hari aku akan menemukan penggantimu, mungkin kamu saat itu hanya ingin menghiburku, meskipun seharusnya aku yang menghiburmu.
Sherly, kamu tau gak sih rasanya aku tanpa kamu? Rasanya seperti lily dihamparan bunga matahari. Diantara mereka yang memandang ke langit, hanya aku yang menunduk ke bawah sana. Kamu tau gak kenapa? Karena bagi mereka harapan itu ada di langit, sedangkan bagiku harapan itu ada di tempatmu berada 😘
Sherly. Saat aku memimpikan dirimu, tak ada lagi rasa ingin terbangun aku dari mimpi itu. Buatlah apa aku kembalikan semua ini dan menyiksakan diri di dalam hati. Sherly, bilamana mimpi boleh jadi abadi selama kau bersemayam di sana tak kan boleh ku biarkan aku tersentak sedari tidur panjangku ini, ku ingin bermimpi selamanya tentangmu sebab kamulah satu-satunya dunia ini bagiku.
Dunia tidak menghukum orang jahat, dunia tidak menghadiahi orang baik. Dunia ini tidak mengenal hukuman atas dosa-dosa, tapi kenapa dunia menghukumku? Atas kesalahan apa bagiku hingga tinggal tersisa tulang belulang ini yang menangisi kekosongan di rongga mata mereka. Orang bilang dunia hanya berputar tanpa mengenal hukum karma, memang benar, maka itulah dunia tak pernah adil. Tak ada hukuman untuk mereka yang jahat dan tak ada hadiah untuk mereka yang baik.
Dunia menghukum seseorang bukan karena dosa-dosanya. Mungkin dunia sudah bosan melihat senyumnya, mungkin dunia sudah tak menginginkannya, mungkin dunia memang hanya ingin menyiksanya. Dunia tak pernah adil, Sherly. Itulah mengapa seseorang terlahir dengan cinta yang begitu besar dan sisanya lahir tanpa cinta. Kamu pernah berkata kalau kamu adalah anomali, aku diciptakan untuk mengakhiri hidup ini sendirian dan kamu diciptakan untuk mengakhiri hidupku ini bersamamu.
Tapi takdir yang ditulis dunia tak akan pernah bisa kita kelabui, Sherly. Atas dosa ini yang ingin mengelabuinya kita terpisahkan oleh tepi kaca tipis dimana kita saling melihat tapi tak pernah lagi bisa menyentuh satu sama lain, kita terjebak di dalam kotak kaca kita masing-masing, Sherly.
Sherly. Dulu kita pernah saling menyilangkan jari berjanji akan memotongnya satu sama lain jikalau kita tak pernah bisa menyatukan tubuh ini satu sama lain. Tubuh ini tak pernah bersatu, tapi hati kita masihlah satu. Cinta kita akan tetap abadi, Sherly. Tolong jangan sakiti dirimu dengan janji gila itu, biarkan jari kita saling utuh dan kembali menyilangkan jari lagi saat kita bertemu di kemudian hari, mungkin besok, mungkin lusa, mungkin tak kan pernah.
Tapi tak akan pernah ada kata tak kan pernah karena tak pernah ada tak pernah karena dunia ini saling melawan satu sama lain.
Sherly, setiap aku mencari kenyamanan kepada orang lain. Orang lain itu selalu mencari-cari alasan agar akulah yang membuat mereka nyaman. Kalau kamu tidak ada ke mana lagi aku akan merasa aman?
Sherly. Di dunia ini gak ada satupun yang peduli denganku, mereka hanya peduli pada ego mereka masing-masing. Aku dipaksa bersekolah dalam keadaan sakit dan trauma, mereka menyalahkanku karena tidak bersekolah dan membuat ayahku khawatir, memang apa dosaku yang seperti itu? Aku saja sudah hancur keping demi keping dimakan waktu, hidup ini rasanya menolak untuk sembunyi lagi, permintaan tolong tak disambuti uluran tangan. Sherly, bilamana sakit ini begitu menjadi
Sungguh aku sangat menginginkan mati, dibalik meja kecil berselimuti tanah, terlelap menyanyikan lagu selamat malam selamanya, sekiranya ada kamu di sana, ku ingin kita saling memeluk selamanya, berdiri beriringan menarikan nyanyian angsa, bersulangkan arak pada botol kaca.
Sherly, dilangit-langit biru itu, tak pernah ada yang pernah mampu terbang begitu tinggi dan kita berlarian dihamparan padang-padang rimbun itu. Tapi kini kita tak lagi bisa menyatukan napas ini, bahkan tidak lagi dalam mimpi, cinta ini begitu suci hingga dunia tak pernah henti tembakkan panah-panah itu ke lubang dadaku, dan meskipun langit ini meruntuh dan padang-padang rimbun ini mengeringkan dirinya tuk biarkanku sepi,
Masih ku miliki sisa-sisa langit itu di wajahmu, dan masih disisakannya padang-padang rimbun itu di dadamu. Disanalah ku kan mampu kagumi wajahmu sebagaimana langit-langit itu yang begitu biru, dan disanalah ku kan baringkan wajah ini di belahan dadamu seperti rumput-rumput di padang itu.
Kamis jumat ini waktu berjalan terlalu lama, rasanya sudah seperti berminggu-minggu. Sherly, andai kamu di sini aku ingin sekali lagi menangis di pelukanmu, tak punya lagi aku tempat mencari damai rumah ini telah hangus oleh api dan kelas-kelas ini telah runtuh oleh gempa bumi, yang tersisa hanyalah jalan-jalan sepi yang tak pernah luput dari bisingnya hiruk pikuk orang-orang yang ingin kembali ke tempatnya berpulang, dan kamulah tempatku berpulang, aku hakikatnya telah mati tanpamu, Sherly.
Sherly. Aku ingin mencintaimu sekali lagi, katakan padamu bahwa aku mencintaimu. Meski saat ini tak ada lagi cinta ataupun kata-kata yang bisa bayang-bayangin setiap rasa yang saling berikat antara rasa rindu kita akan suatu masa saat kita saling berpeluk erat ditengah semua kebisingan dan orang-orang yang melempari kita dengan batu-batu, Sherly. Waktu berlalu begitu lambat tanpamu disamping hidupku, seperti dunia tak ingin biarkanku mati dengan cepat.
Sherly, bilamana ingin langit di atas sana menggambarkan indahmu, maka tak mungkin ia tak kerahkan segalanya di alam semesta ini tuk menyamaimu, karenamulah yang terindah.
Bilamana caraku tuk bisa selamanya bersamamu adalah abadi dalam derita maka kan kuabadikan derita itu sebagai sebuah kenangan indah yang mengkristal dan tertanam di hatiku selamanya. Dan bilamana tuk singgah dalam pelukmu itu adalah abadi dalam kesepian maka aku kan melompat masuk ke dalam jurang tanpa ujung itu tuk terus rasakan pelukmu.
Sherly, aku mencintaimu. Meski waktu-waktu ini menjerumus dan patahkan langkah demi langkah kaki ini, tak kan pernah ku goyah berlari mendekatimu. Sherly, kesunyian ini begitu indah, karena dalam sunyi ini ku kan mampu kembali bayangkan rupa wajahmu yang tersenyum itu. Yang menyapu air mataku dikala aku menangis pilu, dinginnya angin yang hangat membakar didalam pelukmu itu tak kan pernah bisa gantikan api yang menahanku tuk tetap hidup (neraka)
Sherly, bilamana Tuhan membuatku tetap hidup dengan ancaman. Maka kamulah yang membuatku tetap hidup dengan kasih sayang. Sherly, cinta kita tak lebih dari kerikil kecil di ujung jurang, siapa yang tau suatu saat nanti kita kan terjatuh. Sherly, andaikan dunia ini tak membuatku hilang arah dalam kesunyian apakah kita bisa sekali lagi tidur berdua dan saling ucapkan selamat malam?
Bila masa sepotong ranting telah dibuang oleh pohonnya, yang disisa tinggalkan batang dan kulitnya, satu persatu daun-daun itu kan kering memucat menjadi debu yang kan terbang tinggalkan ranting tak berdaya itu. Mungkinlah ia rasa tuk coba memintakan belas kasih pada sang pohon, pun meraung-raung pilu diatas tanah basah itu. Tapi yggdrasil ialah masalalu yang berkecambah diatas segala takdir dunia ini, bilamana rantingnya telah jatuh dan tak kan lagi tersisa hidup tuk kembali bernapas lega.
Sherly, kalau saja yggdrasil tak mematahkan rantingnya, apakah ranting itu kan terus tumbuh dan bersaing dengannya?
Sherly, waktu kamu berkata padaku bahwa seseorang akan datang dan menggantikan kehadiranmu. Apakah saat itu kamu menginginkanku tuk meninggalkanmu dalam kesunyian? Atau kamu ingin aku terus mencintaimu dalam sepi tapi kamu tak tega melihatku tetap hidup tanpa rasa sayang. Sherly, aku takut aku begitu egois tuk meninggalkanmu pergi begitu saja setelah segala kasih yang kamu berikan padaku.
Sherly, tak ada yang layak tuk dibandingkan denganmu, bahkan ibuku, bahkan angin malam, bahkan bulan, bahkan butiran bintang. Kamu adalah surga. Bilamana surga berkata padaku "pilih Sherly dan kamu tak akan masuk ke dalamku atau piih aku dan kamu bisa bersama sherly didalamku maka aku akan tetap katakan dengan lantang bahwa aku memilih Sherly. Tak mungkin aku berani berbohong dihadapan Tuhan tentang siapa yang lebih indah antara kamu atau sang surga.
Sherly. Saat semua lelah terasa begitu membebani, tak pernah aku tak mengeluh pada diriku sendiri. Semua langkah demi langkah itu tak pernah buatku jatuh, dan aku terkulai dibawah hamparan salju. Dinginnya malam itu mungkinlah mampu bekukan hati ini, dan bilamana tak terbendung lagi rasa lelah akan bernapas. Aku ingin berbaring lemah dibawah naunganmu, aku ingin sekali lagi tertidur di dadamu, dan meski itu mustahil bagiku, aku kan tetap coba merasakannya.
Kerana tiada lagi daya bagiku tuk beristirahat, sedang aku tertidur ditengah kobaran api yang dihamburkan abu. Tiada lagi kelembutan yang ku rasakan itu, melainkan rasa kantuk tuk selalu terlelap dalam pelukmu.
Sherly, kamu ingat gak dulu waktu pertama kali kamu memaksaku untuk menempelkan kepalaku di dadamu aku begitu merasa tidak enak dan terus mencoba melawan hingga yang tersisa dari rasa di hati ini hanyalah kelelahan. Dulu setiap kali aku mengutukmu dengan berkata kalau kamu jahat kamu selalu berkata "pelukan ini memang memaksa, tapi ini bisa mengobatimu." Dulu aku begitu membenci pelukan itu, rasanya seperti terkekang, tapi setelah berulang kali pelukan itu.
Ku rasakan damai di sana. Tak pernah ku bayangkan betapa nyamannya melemahkan diri ini dibawah naunganmu, bersandar di dadamu dan menikmati lembutnya setiap sentuhan itu. Hingga tak ada lagi kelembutan yang bisa ku terima dari hidupku sebagai pencapaian atas rasa yang kamu berikan. Sherly, tanpamu apakah aku akan tau betapa nyamannya pelukan itu?
Sherly. Bunga-bunga telah gugur layu sedang sungai merah bermandikan darah dibekas hulu air mata. Dan pohon satu-satunya itu menahan genangan yang satu persatu kan mengubur lapis demi lapis daun-daun gugur berisikan kenangan dari setiap hijaunya daun-daun itu.
Tak akan ada taman yang lebih indah dibandingkan wajah Sherly, tak akan ada taman yang lebih nyaman dibandingkan pelukannya, tak akan ada taman yang lebih harum daripada dadanya. Bunga-bunga di taman itu hanya akan menjadi bunga bangkai bila di sana ada Sherly. Bunga-bunga itu pasti kan sembunyikan semua wangi dan warnanya karena tau tak kan pernah sedikitpun mereka mampu menyamai keberadaannya.
Sherly. Aku ingin mencintaimu sekali lagi. Tolong biarkan aku berkata aku mencintaimu sekali lagi. Aku ingin sekali lagi mendengarmu berkata "tu no vales nada sin mi, Sena." Setelah kepergianmu tak pernah lagi ku rasakan gembira, memang aku tak pernah lagi bergembira, pun hanya tuk sekadar merasa aman. Tak ada lagi pelukan ataupun ucapan selamat malam, hanya ada angin dingin yang memeluk dan gemericik air mata setiap kali ku terlelap dalam tidurku.
Setiap detik demi detik ini adalah doa yang ku panjatkan memohon agar rasa hangat itu tak kan pernah selesai. Tapi udara ini terasa berat setiap kali aku menarik napas, seakan dunia tau bahwa ini adalah mustahil, mustahil tuk tetap berdiri teguh didepan setumpuk batu api yang melahap satu persatu rasa hangat di malam ini. Setiap gema tawa kini hanya pantulan tanpa emosi, setiap rasa sakit ini seperti tusukan tanpa satupun tangan atau angan-angan suatu hari kan datang seseorang tuk mencabutinya.
Andainya Sherly ada di sini, tak kan mungkin ia biarkan aku hembuskan napas itu. Pastikan ia hisap seluruh napas ini dan biarkan ia yang keluarkan setiap luka demi luka dalam napas itu.
Kita tak pernah bisa menepati janji kita, tapi kita tak kan pernah saling melambaikan tangan diantara 2 bukit yang berlawanan kerana ke mana pun kita melangkah, jejak-jejak itu kan membawa kita ke kabin yang sama, mungkin tak sama, tapi kita kan bersama dalam kabin itu, dan mungkin tak pernah benar-benar bersama. Tapi kebersamaan tak harus saling menyilangkan tangan dan mengikat jari kita satu sama lain melangkah bergandengan tangan.
Setiap detik demi detik ini adalah doa yang ku panjatkan memohon agar rasa hangat itu tak kan pernah selesai. Tapi udara ini terasa berat setiap kali aku menarik napas, seakan dunia tau bahwa ini adalah mustahil, mustahil tuk tetap berdiri teguh didepan setumpuk batu api yang melahap satu persatu rasa hangat di malam ini. Setiap gema tawa kini hanya pantulan tanpa emosi, setiap rasa sakit ini seperti tusukan tanpa satupun tangan atau angan-angan suatu hari kan datang seseorang tuk mencabutinya.
Andainya Sherly ada di sini, tak kan mungkin ia biarkan aku hembuskan napas itu. Pastikan ia hisap seluruh napas ini dan biarkan ia yang keluarkan setiap luka demi luka dalam napas itu.
Kita tak pernah bisa menepati janji kita, tapi kita tak kan pernah saling melambaikan tangan diantara 2 bukit yang berlawanan kerana ke mana pun kita melangkah, jejak-jejak itu kan membawa kita ke kabin yang sama, mungkin tak sama, tapi kita kan bersama dalam kabin itu, dan mungkin tak pernah benar-benar bersama. Tapi kebersamaan tak harus saling menyilangkan tangan dan mengikat jari kita satu sama lain melangkah bergandengan tangan.
Aku terkadang berpikir untuk mencium tangannya sekali lagi, mengusap-usap bibirnya yang penuh dengan coklat bekas pemberianku. Beberapa kali aku tersentak sedari tidur ini ketika tak sengaja bermimpi dia sekali lagi mengatakan te amo padaku, meskipun aku tak pernah bertanya mengapa dia menyatakan cintanya menggunakan bahasa yang tak pernah menjadi primadona dipakai secara universal untuk menyatakan cinta, tapi aku yakin itulah bahasa cinta terbaik baginya.
Sherly, kita pernah berjanji dibawah rembulan bahwa suatu saat nanti kita kan berbaring di padang rumput itu sambil menghitung bintang lalu tertidur bersama setelah hitungan yang ke seribu.
Sherly, mungkin ku temui cinta sejati saat akhir napas ini berembus lepaskan luka terakhir di dalam dada ini. Sebab kamulah cinta sejati itu, ku tak lagi berharap kata-katamu itu suatu kebenaran, tentang seseorang yang kan datang tuk gantikan dirimu dan bersedia memelukku erat hingga akhir hidup ini kerana mungkin cinta sejati memang sudah tak kan pernah ada dalam sisa hidup ini.
Sherly, terkadang tak setiap rasa harus diucapkan. Dulu aku begitu tak mengerti dan selalu berbicara di depanmu dengan begitu banyak rasa sakit dan dendam yang tak pernah berakhir dan berlari kencang setiap kamu menyelimuti hati ini dengan kedua tanganmu.
Tapi memang tak setiap hal harus terucap atau dituliskan oleh kata-kata. Setiap lagu demi lagu dimainkan tapi sudah tak ada lagi kata yang cukup tuk gambarkan setiap tetes demi tetes hidup yang kian mengering, aku pun sudah tak lagi mencari-cari kata tuk gambarkan bagaimana kita seharusnya lagi berada, setiap kata adalah cerita tapi cerita tak kan pernah memiliki makna tanpa adanya simfoni yang iringi barisan setiap barisan dari kalimat.
Sherly, aku selalu ingin mengatakan padamu kalau kamu akan menjadi yang terakhir dalam hidupku, aku pikir kita kan terus berjalan di satu sisi hingga sisi yang kita pijak runtuh dan aku menggendongmu tuk terus berjalan lurus bersama hingga tak ada lagi jalan selain merebahkan kedua tangan kita satu sama lain dan memeluk dalam gelap yang abadi.
Sherly. Alasan satu-satunya aku hanya mengeluh padamu adalah karena hanya kamulah yang tidak mencoba berpikir logis diantara semua keluhanku. Dibandingkan orang lain yang berpikir logis dan menjadi tanpa empati dihadapan semua keluhan yang aku lontarkan hanya kamulah yang memelukku ke dadamu dan mengatakan kalau semua keluhanku itu layak untuk ucapkan, tidak ada analisis bodoh yang mengatakan apa yang seharusnya aku lakukan, hanya pelukan sayang yang tak kan pernah aku dapatkan di dunia manapun.
Sherly, aku mencintaimu. Tapi sampai kapan cinta ini kan terus menjadi sepi? Terkadang ku ingin sesekali melambai padamu diantara jurang-jurang yang memisahkan kita, aku ingin melompati seberang sana dan memelukmu lagi seperti dahulu kala, aku ingin sekali lagi dicintai olehmu.
Sherly, cinta tanpa balas adalah lelah yang tiada habis tuk boleh beristirahat. Dan jikalau memang ada waktuku beristirahat di sela-sela cinta ini maka itu kan jadi peristirahatan terakhirku. Jujur saja setiap malam tak pernah aku tak memanggil namamu dalam tidur yang panjang, berharap kamu kan kembali datang dan selimuti hangatnya cinta kita, namun tiada arti angan-angan itu yang berakhir menjadi buih-buih harapan yang terbang sedikit demi sedikit dan tinggalkan sisa kenangan kita.
Sherly seandainya kita bisa bersama lagi yang pertama aku inginkan hanyalah tertidur pulas di dekapan dadamu itu, tak ada lagi yang lebih menenangkan melainkan ku dengar irama jantungmu itu Sherly, dan tiada lagi yang lebih harum melainkan ku rasakan aroma di tubuhmu itu Sherly. Sherly, aku mencintaimu. Di dunia ini yang mencintaiku seutuhnya hanyalah dirimu, aku bersumpah itu adalah kebenaran Sherly.
Sherly, aku benci hidup tanpamu, rasanya seakan mati suri.
Gak ada kata menyerah dalam hidup ini. Hidup terus berjalan, meskipun perjalananku mungkin hanya menyusuri makam-makam menuju akhir persinggahan untuk bersemayam disamping Sherly.
Sherly, aku mencintaimu.
Dalam abadinya jiwa ini
Kemanapun aku melangkah
Dan mengukir napas di bebatuan itu
Tak kan pernah lupa ku tuliskan namamu
Dan bilamana arti cinta itu
Ialah tenggelam dalam api
Kan ku benamkan seluruh tubuh ini
Kerana seutuhnya aku hanya milikmu
Sherly, dulu kau pernah berikan aku kekuatan
Tentang seseorang yang kan datang ulurkan tangan
Tetapi setiap waktu demi waktu hidup ini
Hanya ku temukan uluran tangan yang permainkan
Mengulur saat ku berlari kencang
Menarik diri saat ku berlari datang
Mereka menyebutku binatang jalang
Tak sepantas dapat sedikitpun remah kasih sayang
Tercipta hanya tuk dibenci semua orang
Dan mati dalam peluk nyala api angin malam
Sherly, dulu ku katakan pada diriku tuk percaya
Dan ku coba ulurkan kedua tanganku ke atas sana
Namun yang terlihat hanyalah gelapnya awan
Diwarnainya rintikan hujan
Dinyanyikannya lantunan gemuruh petir
Aku menari-nari bersama bayang-bayangmu
Berharap ini kan jadi abadi dalam tarian semu
Langkah demi langkah ini tak saling merusak
Kerana tak ada lagi rusak dalam diri kita
Kerana tak lagi ada rasa rusak tuk lagi ditutup dalam lembar-lembar cinta ini.
Sherly, kita berdua adalah makhluk fana. Tapi sejarah tak kan pernah boleh hapus kenangan cinta kita, setiap kenangan demi kenangan kan ku ukir di hatiku, ku mantapkan diriku tuk ukir segala kenangan itu di hatiku sampai tak ada lagi sisa tuk boleh diukirnya sejarah cinta itu. Sherly, kita fana tapi cinta kita abadi selamanya.
Setiap pengulangan adalah mantra.
Maka ku ulangi namamu di sepanjang hidupku kerana kamu ialah mantra tuk terus hidupkan detak jantung di hatiku.
Sherly, apakah benar ucapmu kala itu bahwa aku tidak akan sendirian karena suatu hari akan ada yang gantikan kamu tuk temani aku di dunia ini? Bukankah semua itu omong kosong karena takut aku kan menyusulmu di pemberhentian terakhir kita?
Sekarang jalan kita berbeda arah, aku tak lagi tau di seberang sana kamu menuju tempat kita berjanji kan bertemu lagi itu dengan apa, mungkin dengan kereta api? Mungkin dengan bus? Mungkin kamu sudah sampai lebih dulu dan sedang menungguku.
Sherly, kalau kamu bilang seseorang kan datang tuk gantikan kamu, bagaimana dengan janji kita tuk bersama? Kita bahkan belum mengikat diri kita berdua dengan tali tipis yang menyatukan jiwa kita secara utuh sehingga tak ada lagi tempat bagiku tuk tak boleh menyentuh. Aku takut, bilamana ku temukan seseorang yang kan gantikan tempatmu berdiri itu kamu kan berakhir kesepian di padang sana. Tak ada teman tuk berlari dan saling menyelimuti satu sama lain tuk rasakan hangat sehabis diterpa sejuk bayu.
Sherly, dan meskipun ku takut seseorang kan datang tuk gantikan kamu, tapi nyatanya tak pernah ada satupun bukti aku kan temukan orang yang sama sepertimu, sayang. Jangankan mereka kan terima semua sifatku itu, bahkan wajahku saja cukup tuk buat mereka berlari kencang, kamu berkata kalau aku sangat tampan, apakah itu ejekan? Atau kamu melihatku dengan cara yang lain? Aku tidak tau, aku selalu bertanya padamu dan kamu hanya berkata kalau aku tampan dan aku harus percaya itu.
Aku tidak berani katakan kalau itu omong kosong, karena kamu adalah bukti untukku, sherly. Kamu mencintaiku dan berikan segalanya untukku, kasih sayangmu sudah cukup tuk jadi bukti, kamu ialah kebenaran untukku sherly. Meskipun hanya kamu satu-satunya yang menganggapku tampan, ku kan tetap percaya itu.
Tapi tetap saja aku hanya tampan untukmu, tak ada lagi yang kan menyukaiku, orang-orang pasti menyukaiku selama aku tak tunjukkan wajah ini, tapi setelah ku buka topeng media sosial maka terlihatlah aku yang telah tunduk rusak ditelan piluku yang menghitam, aku tidak sedang beromong kosong, sayang. Aku sudah mencoba cari orang yang kamu katakan kan menjadi pengganti, kamu tau? Tiga puluh dua orang menolakku sayang, sebenarnya tiga puluh tiga. Tapi yang terakhir karena keadaan tak memungkinkan.
Sherly, aku ditakdirkan tuk sendiri tanpamu, sampai berapa lama lagi ku terus berjalan di lorong yang sepi ini tanpa kamu menarik tanganku tuk mencari tau apa yang ada di depan sana, tolong sherly, sekali ini saja datangkan ke dalam mimpiku, aku ingin sekali lagi merasakanmu ada.
Ku ingin selamanya bersamamu, Sherly. Meskipun itu mustahil, kerana kita kan abadi dalam kehampaan ini, dan meskipun tak lagi mustahil akankah kita kan dapat saling berpegang tangan dan melambai pada matahari, menerpa sejuk angin laut yang mengusap jantung hati ini. Seandainya raga ini boleh dibagi dua, ku ingin berikan dirimu separuh raga, ku ingin berikan seluruh rasa, kerana cinta ini ialah rasa, ataupun mata tuk berikan ia warna.
Cinta ini telah menghitam tanpamu, tanpa satupun titik putih tuk ku jadikan pedoman jalan dan berlari kencang. Tapi seandainya kamu adalah hitam itu, tak lagi butuh aku titik titik putih tuk memanduku berjalan, kerana kamu ialah jalan itu, dan meskipun semuanya hitam ku kan terus berjalan, kerana kamu ialah jalan, kerana semua adalah jalan.
Sherly, orang bilang kalau kita tak pernah tau betapa berharganya seseorang sampai dia pergi dari hidup kita. Dulu aku meremehkan kata itu kerana kamu memang ialah segalanya, kamu ialah pemilik hati ini, kamu ialah ibu, kamu ialah kekasih, kamu ialah surga, kamu ialah segala-galanya bagiku.
Dan setelah selembar naskah cinta kita telah dibelah dua itulah aku pun sadari bahwa engkau lebih dalam daripada laut dan lembah-lembah itu. Kamu ialah napas dalam setiap tinta yang ku goreskan dengan pena, cinta ini kini begitu kosong tanpa isi, setiap kata-kata cinta yang ku serukan kini hanya bermaknakan dirimu, cinta tak lebih kuar daripada rasa benci, tapi tanpamu rasa benci ini pada dunia tak akan pernah boleh tertahan dan ditelan sedalam ini.
Sherly, namamu adalah mantra yang terus beriku kesempatan kedua, atau kesempatan ketiga, atau keempat, atau selamanya. Kesempatan tuk terus ucapkan namamu dan jadikan ia mantra yang terus berulang tuk menjelmakan ia sebagai eksistensi yang kan terus memeluk hati ini dan cabut satu demi satu duri yang terus merambat dan mengoyak ingatan tentang kita.
Sherly, aku ingin terus bersamamu. Kalau aku meraih tanganmu lebih cepat, apakah kamu akan marah padaku ataukah kamu akan tersenyum dan ucapkan selamat datang?
Sherly, selama kita terus bertahan melawan badai, dengan tangan kita yang saling memegang apa yang kita berdua yakini itu, dan suatu hari ketika badai telah berhenti, akankah kita kan lepaskan genggaman kita dan mulai saling menghangatkan badan satu sama lain. Sherly, seandainya badai telah reda, dan yang tersisa hanyalah puing-puing, akankah kita kan saling mengangkat tangan dan merapikan baju tuk melengkapi atap dan dinding rumah imajinasi kita. Bila sampai masa itu, akankah kita bisa bersama?
Sherly, bila masanya bunga layu, maka halaman rumah ini kan menjadi begitu sunyi tak indah berwarna. Pun bahkan air mata tak kan lagi kembali tumbuhkan bunga-bunga itu, terkadang ingin ku coba mengerti bila memang sudah masanya bunga-bunga itu pergi dan terbang tinggi bersama serbuk sarinya itu, tapi aku tak kan pernah bisa lupakan setiap wangi yang ia beri setiap kali ku ciumi kelopaknya itu.
Sherly, orang-orang mungkin kan berkata bahwa kita pasangan mesum kerana aku sangat menyukai menciumi aroma tubuhmu, tapi tak pernah terpikir sekalipun padaku bahwa itu ialah tindakan mesum, kamu pun sadar dan tak pernah melarangku tuk rasakan setiap napas demi napas yang ku rasakan itu, aku hanya ingin terus rasakan kehadiranmu itu dan ketika aku tak lagi bisa melihat meraba dan mendengar dan aku ingin napas ini menghapal aromamu agar aku tau bahwa itu adalah dirimu.
Sherly, Terima kasih.