19/6/26
Aquadest Buka Suara, Benarkan Terjadi Pengangkatan Secara Sepihak?

Reported by: https://app.warera.io/user/6a08cdddf2e77e8d5a69d4e7
Transisi kekuasaan pasca lengsernya kabinet https://app.warera.io/user/69bd3d2884bbfcaa68f7d8ee tampaknya masih jauh dari kata stabil. Setelah pemilu darurat yang dimenangkan https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3 menjadikannya duduk di kursi Presiden beserta jajaran kongres yang baru—publik sangat berharap pemerintahan bisa segera kembali merapatkan barisan. Namun, sebuah polemik baru saja terbongkar dari dalam lingkar Istana.
Beredar isu yang menyebutkan bahwa pengangkatan , salah satu mantan kandidat presiden, menjadi Vice President (Wakil Presiden) di kabinet saat ini adalah hasil dari manuver sepihak. Rumor menyebutkan bahwa Presiden Ellioxa menunjuk https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b tanpa adanya diskusi, kesepakatan, maupun persetujuan dari yang bersangkutan.
Untuk mencari tahu kebenarannya, kami langsung menghubungi pihak yang berkaitan. Dalam wawancara eksklusif kami pada malam ini, Aquadest secara terang-terangan mengonfirmasi kebenaran desas-desus tersebut.
Berikut adalah kutipan langsung dari hasil wawancara eksklusif kami:
https://app.warera.io/user/6a08cdddf2e77e8d5a69d4e7: "Apakah benar ada isu yang mengatakan bahwa pengangkatan Anda sebagai Vice President adalah aksi sepihak dari kabinet saat ini, khususnya Pak Ellioxa sebagai Presiden?"
https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b: "Terima kasih atas pertanyaannya. Ya, berdasarkan kronologi yang saya ketahui, pengangkatan saya sebagai Vice President memang dilakukan tanpa adanya komunikasi atau persetujuan terlebih dahulu dari saya."
https://app.warera.io/user/6a08cdddf2e77e8d5a69d4e7 : "Semenjak naiknya kabinet yang baru, telah terjadi beberapa keputusan kontroversial seperti perubahan sikap pemerintah terhadap aliansi AF dan SMD. Selaku orang dalam kabinet yang sempat naik sebagai Vice President, bagaimana proses itu bisa terjadi dan apakah Bapak terlibat dalam keputusan-keputusan tersebut?"
https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b : "Perlu saya sampaikan bahwa saya tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait perubahan sikap pemerintah terhadap AF maupun SMD. Pada hari yang sama, saya justru baru mengetahui mengenai pengangkatan saya sebagai Wakil Presiden pada sore hari, sehingga saya belum mengikuti secara rinci perkembangan maupun dinamika yang terjadi sebelumnya.".
Demi menjaga keberimbangan informasi, kami mencoba mengonfirmasi isu ini kepada Presiden. Alih-alih membantah rumor pengangkatan sepihak tersebut, jawaban sang Presiden justru memperkuat dugaan minimnya komunikasi di tubuh kabinet.
https://app.warera.io/user/6a08cdddf2e77e8d5a69d4e7: "Hallo Pak. Saya dapat info, kalau bersedia boleh di konfirmasi atau tidak. Ada isu bilang kalau Pak Aquadest naik sebagai VP tanpa persetujuan langsung dari beliau. Mohon responnya ya Pak."
https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3 : "Dia kan mau jadi presiden. Dikasih role VP bukan harusnya senang ?"
https://app.warera.io/user/6a08cdddf2e77e8d5a69d4e7: "Jadi secara ga langsung pengangkatannya bersifat asumsi ya Bang?"
https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3 : "Iya dia nga suka , udah gw cabut"
https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3 : "Dia bilang nyalon jadi CP bukan VP"

Blunder Kebijakan Sepihak Presiden?
Pernyataan dari https://app.warera.io/user/69b6cd3e80a8729c4d7cc64b ini mengonfirmasi rumor mengenai cara kerja pemerintahan kabinet https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3 yang baru. Diangkatnya seorang tokoh ke jabatan krusial sekelas Wakil Presiden tanpa diskusi dan persetujuan adalah fenomena politik yang cukup janggal.
Terlebih lagi, fakta bahwa Wakil Presiden tidak dilibatkan sama sekali dalam keputusan strategis terkait aliansi AF dan SMD semakin memunculkan berbagai spekulasi. Apakah ini murni sebuah kelalaian komunikasi administratif yang fatal dari Presiden https://app.warera.io/user/6820d2743175aaf8ed45d9b3?
Apapun alasannya, kejadian ini mencoreng legitimasi awal kabinet Ellioxa. Bagaimana sebuah negara bisa berfungsi maksimal untuk menghadapi ancaman luar, jika Wakil Presidennya sendiri tidak tahu bahwa ia telah dilantik dan tidak dilibatkan dalam keputusan penting?
Kini publik berhak bertanya: apakah kabinet ini benar-benar dibentuk atas dasar konsensus bersama, atau sekadar penunjukan sepihak demi kepentingan golongan?
Keep supporting Me. Subscribe and leave a tip so we can continue to bring independent journalism!