Aku sebenarnya beberapa hari belakangan ini lumayan frustasi, apalagi ketika aku menghitung emas demi emas dan damage demi damage yang akan jadi penentu apakah pemberontakan ini akan sia-sia, atau akan menjadi lautan darah yang aku dambakan selama ini?
Aku tidak berperang, uangku lebih banyak dari orang yang berperang, tapi pangkatku akan naik lebih lambat dari orang lain. Kalaupun aku berperang maka aku akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa memiliki 12 pabrik dengan automatic engine level 7.
Setiap detik demi detik ini adalah doa yang ku panjatkan memohon agar aku tak akan kalah melawan indonesia. Tapi udara ini terasa berat setiap kali aku menarik napas, seakan dunia tau bahwa ini adalah mustahil, mustahil satu orang melawan empat ratus lima orang dengan level yang rara-rata sama denganku.
Sesekali aku ingin memohon belas kasihan pada musuhku untuk biarkan aku selesaikan masalah ini hanya satu melawan satu dengan orang pemerintahan yang paling dingin dan mengabaikan permintaan tolong saat aku masih seorang newbie.
Tapi tak mungkin itu kan terjadi, ya betapa bodohnya aku. Aku memang ditakdirkan untuk berjalan merangkak disaat yang lainnya berdiri, karena sekuat apapun aku terbangun, aku kan ditendang jatuh, aku kan selamanya terjatuh, dan tak mungkin siapapun kan datang tuk biarkan anggotanya aku cabik-cabik secara tragis.
Aku ditakdirkan untuk kalah, dunia ini bukan panggung hidupku, dunia ini adalah jurang tanpa dasar yang kan terus bawaku turun berselimut dalam gelap dan bergema tuk memantulkan setiap rasa sakit dari luka-luka ini.
Aku terkadang bertanya-tanya apakah aku masih akan terus maju? Jawabannya sudah pasti iya. Tidak ada jalan untuk kembali, satu-satunya yang ada di belakang punggungku hanyalah tembok raksasa yang terus bergerak dan mendorongku jikalau aku beristirahat.
Aku tau aku akan kalah, aku memang diciptakan untuk kalah, tapi aku tak akan pernah berhenti melangkah, meskipun akhir dari perjalanan ini hanyalah jurang, memangnya apa peduliku pada jurang itu? Maju adalah satu-satunya pilihan.
Andai Sherly ada di sini, aku yakin dia kan berkata demikian. "Maju bukan berarti bertahan, maju adalah siklus waktu, waktu tak bisa mundur, itu sebabnya bertahan ataupun menyerah, kita akan tetap maju."
Atmosfer Terinspirasi Dari=
The Closed Triptych —Buckethead