Tuhan, jika takdirku hanya untuk berjalan dalam kegelapan tanpa ada satupun uluran tangan ataupun setitik cahaya tuk membuatku jadikan ia sebagai tujuan, mengapa engkau selalu mengirimkan seseorang tuk beriku harapan bahwa aku tidak sendirian,mengapa engkau selalu datangkan mereka satu persatu hanya untuk memperjelas betapa hampa dan sepinya jurang-jurang yang aku tinggali.
Tuhan, tolong biarkan aku terus terlelap dalam hampa itu, memeluk kesunyian yang menyelimuti setiap dinginnya angin yang melewati lubang-lubang jalan ini. Jangan biarkan aku tersentak sedari lamunan itu. Tolong jangan biarkan siapapun memelukku lagi tuk berikan luka baru yang terukir di balik kehangatan ini, tolong biarkan aku abadi dalam sunyi sedikit demi sedikit mengikiskan rasa sadarku.
Aku tercipta oleh kebencian, dan ditakdirkan untuk mati dalam kesunyian. Hidupku hanya tuk rasakan setiap inci demi inci rasa sakit yang terus membengkak ditelan napas ini, lalu untuk apa lagi aku terus melangkah dalam kehidupan, hidup tak ada bedanya dengan kematian, aku adalah orang hidup yang mati. Tuhan, aku ditakdirkan hidup tanpa cinta, aku ditakdirkan untuk berjalan dalam sunyi, lalu apa yang harus aku cari di jalan yang kau ciptakan untukku? Apakah di ujung sana kan ku temukan arti sejati hidup ini? Ataukah jalan yang ku lalui hanyalah jalan tanpa akhir, karena sejauh apapun aku berjalan yang kan ku lihat hanya gelap yang menyelimuti?
Semua yang ku sayangi telah direnggut, bahkan kucing yang ku anggap sebagai adik kesayanganku, berapa banyak lagi derita yang akan kau berikan padaku? Tuhan, berapa banyak dosaku selama ini hingga aku harus membayarnya dengan semua rasa sakit ini oh tuhan. Aku harus terus jatuh dan bangkit, tak ada ruang untukku mengambil napas karena bahkan napas ini terasa berat bagai jarum yang menghujami paru-paru ini, rasanya seperti bernapas di dalam air.
Tuhan, aku ingin mencintaimu tapi tak pernah ku rasakan rasa hangat itu, sesekali aku berpikir bahwa aku kurang mencintaimu. Tapi setiap hari demi hari, bulan demi bulan, aku menyerukan namamu, yang terasa si hati ini hanya kosong tanpa isi, yang membuat ku sadari bahwa kini aku telah ditinggalkan.
Tuhan, aku benci mereka semua. Dunia terlalu kejam untuk seekor kelinci yang berjalan-jalan di hutan. Saat anjing berlarian mengejarnya, tak ada yang akan menolong, babi, monyet, rusa, kura-kura, mereka hanya akan memalingkan wajah dan berpura-pura tak pernah tau apa yang ada di depan mereka memandang, aku benci mereka, aku diabaikan, aku memang selalu diabaikan, tapi tolong kali ini biarkan aku membalas dendam, aku ingin membuat mereka merasa nyaman tidur dibawah tanah yang mereka anggap rumah itu, aku ingin mengoyak setiap inci demi inci rasa sakit yang kan terus hancur dan pulih, aku setiap jeritan demi jeritan yang mereka pekikkan ke langit ditujukan hanya untukku, aku ingin.................. menyelesaikan dendam ini secepatnya, aku ingin semua kebencian ini segera usai dan aku kembali terlelap dalam pelukan sang ibu.